Showing posts with label Linux Mint. Show all posts
Showing posts with label Linux Mint. Show all posts

Tuesday, August 19, 2014

Langkah-langkah Kustomisasi Cinnamon DE

Cinnamon adalah DE buatan Komunitas Linux Mint yang berdasar pada Gnome. Sudah banyak distro yang menggunakan Cinnamon karena memang Cinnamon lebih mudah untuk digunakan. Mint menunya mudah digunakan.

Untuk Kustomisasi Cinnamon, hal pertama yang paling mudah adalah ganti background desktop. Cukup klik kanan pada desktop lalu pilih change desktop background dan pilih gambar. Cara yang kedua adalah search gambar, lalu klik kanan pada gambar tersebut dan pilih set as desktop background.


Kemudian Edit panel. User bebas mengatur panelnya. User bisa menambahkan applet, menambah quick icon, dan mengganti Tema. Caranya dengan klik kanan pada panel lalu pilih mana yang akan di kustom.


Menambahkan Desklet, seperti widget di KDE. Karena Cinnamon masih baru, sehingga desklet juga masih sedikit. untuk manambahkan Desklet, silahkan klik kanan pada desktop lalu pilih add desklet.

Menambahkan Extension di Cinnamon, seperti manambahkan addon ke firefox. Dengan menambahkan Extension di Cinnamon, kemampuan Cinnamon juga bertambah seperti mampu meniru alt+tab dari win7, menambahkan dock dll.

Setting Hot corner, pojok yang bisa diginakan untuk melihat preview virtual desktop/workspaces yang lain. User bisa membuat dan memilih pojok yang mana yang ingin di gunakan. Keempat pojok bisa digunakan.



Source pengalaman sendiri.

Sunday, October 21, 2012

Software Manager Pada Mint, mudah untuk digunakan

Dalam dunia per-Linux-an, untuk mendapat dan menginstal paket aplikasi secara offline (tidak terkoneksi ke internet) sangat berbeda dengan Windows. Untuk Windows, kita hanya memerlukan klik dua kali dan mengikuti langkah-langkah dari dialog aplikasi yang kita inginkan sudah bisa terinstal dan digunakan. Untuk Linux, aplikasi tersebut haruslah terpenuhi depedency (file tambahan) yang terkait dengan aplikasi tersebut. Memang jika kita mencari di web pasti ada. Tapi ada cara lebih mudah untuk mendapat aplikasi dan paket tambahan dari Repository Linux, yaitu pengelola perangkat lunak atau software manager. Di ubuntu bernama Ubuntu software center, dan di mint bernama Software manager. Menurutku sama saja hanya berbeda tampilan dan tema. Tetapi sekarang kenyataannya dalam Ubuntu Software Center masih banyak terdapat eror dibandingkan dengan Software managernya Mint.

Wednesday, August 1, 2012

LinuxMint dan Ubuntu Tidak Mau Booting?

Hanya disuguhi layar hitam saat booting, rasanya ada yang ga beres kan. Biasanya ada kerusakan saat kita mengutak-atik Linux. Kasus yang sering terjadi, ada masalah saat memuat direktori root </>. Entah pembaca disknya yang rusak atau ada paket yang rusak saya kurang tahu. hehehe

LinuxMInt Setelah Instalasi 1

Jika anda pemakai LinuxMint yang berdesktop default GNOME, Jangan khawatir jika tidak sedap dipadang. Untuk tutorial pertama ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang cara memperindah tampilan LinuxMint anda. Penasaran?

Pin program ke panel. Di Windows, dikenal istilah quick launch. Yang berisi shortcut aplikasi. Fungsinya untuk memudahkan dalam menjalankan aplikasi yang sering digunakan. Di LinuxMint, juga ada hal semacam itu, tetapi tempatnya langsung di panel.

Friday, June 15, 2012

LinuxMint Setelah Instalasi 3

File manager pada Mint hanya akan menampilkan root directory sebagai file system. Tidak ada laabel atau nama. Jika anda punya partisi yang lain atau file system lain, itu hanya akan ditampilkan sebagai <ukuran> GB File system.
Saya punya cara yang mudah dan efisien (bagi yang tidak suka ribet). Saya sarankan untuk memakai GNOME disk utility. Untuk memberi label atau nama tidak perlu susah-susah kalau pakai ini. Kalau belum terinstal saat instalasi pertama, silahkan pakai software manager dan jangan lupa sambungkan dulu dengan internet. hehehe

Tuesday, June 5, 2012

LinuxMInt Setelah instalasi 2

Menambahkan superbar. Di Windows, ada taskbar kan. Di LinuxMint juga ada Superbar yang tidak kalah keren. Namanya DockbarX. Kira-kira fungsinya sama lah dengan taskbar. DockbarX ini adalah sebuah Plugin di GNOME panel. Bar ini bisa untuk nge-pin atau nge-unpin (nancapkan program dan aplikasi atau membuang sortcutnya) bahkan bisa launch program juga (memulai aplikasi maksudnya). Okay, tidak usah banyak-banyak penjelasannya langsung saja caranya.

Tuesday, May 29, 2012

Cara memasang MGSE Linux Mint di Ubuntu 11.10 ke atas

Ini janji ane yang kemarin...

Linux mint adalah distro turunan Ubuntu yang memakai GNOME 3 sebagai desktop default-nya. Yang menarik dari Linux mint adalah modifikasinya di tampilan GNOME shell sehingga tercipta MGSE alias Mint GNOME shell Extention. Langsung saja jangan lama-lama, ini dia caranya

Ingat!!!!!! ini masih release candidat, walau sudah tersedia untuk saudaranya, tetapi bisa terjadi eror kata temen ane.

Linux Mint, Turunan Ubuntu yang lebih elegan

Sudah pada tau Linux mint ga? Kalau ga tahu brarti ga ngikutin perkembangan dunia per-linux-an nich. Linux mint yang terbaru memakai basis data Ubuntu Oneiric Ocelot (versi 11.10). Jadi bisa di bilang Linux mint sama dengan Ubuntu. Cuma beda 2% isi dan tampilan yang berbeda pula.

Saya memakai judul Linux mint elegan bukan tanpa alasan lho. Tampilan Default mint adalah MGSE alias Mint GNOME shell Extention. Jadi hasil modifikasi dari GNOME shell. Memang sih ga jauh-jauh amat dari GNOME shell.

Teman-teman Followers