Tuesday, August 19, 2014

KDE and Gnome, Mana yang lebih bagus?

Sekarang aku akan me-review KDE dan Gnome secara bersamaan dan sedikit membandingkannya. Walau sama-sama DE, mereka memiliki banyak sekali keunggulan masing-masing dan ditulis dari source yang berbeda yaitu Qt dan GTK+. Pada review ini, aku menggunakan Kubuntu dan Ubuntu-Gnome. Sama-sama berada di bawah Cannonical.
KDE yang terbaru, yaitu versi 4.13 memiliki tampilan yqng sangat menarik. Desktop Plasma Tool Box yang ada di pojok kanan atas juga sudah berubah. Kemudian Network Manager-nya juga sudah mengalami perubahan. Hanya terdapat satu baris pada List network-nya. Untuk kejernihannya, jangan ditanya ya. Soalnya sangat jernih. Bagi pengguna baru yang suka keindahan KDE adalah desktop Best recommended. Pengaturan Mail (Kmail) juga sudah diperbaiki. 

Gnome, yang terbaru sering disebut dengan Gnome 3 yang terkenal dengan shell-nya. Walau Shell tersebut sempat menjadi perdebatan dan mengundang Pro dan Kontra. Saat aku coba-coba kemarin, entah memang tombol minimize dihilang atau laptop aku yang bug, tetapi tombol minimize bener-bener hilang. Untuk meminimizenya aku harus masuk menu dulu dan membuka sesi awal desktop saat masih kosongan alias baru nyala. Penjelasan untuk Gnome lebih enak pake gambar, tapi Gnome yang ku pasang di Kubuntu aku bikin crash, jadi ku buang hahaha. Tetapi bagi kamu yang doyan internet khususnya jejaring sosial, Gnome 3.10 sangat cocok untuk kamu. Gnome 3 menawarkan pengaturan akun internet dalam 1 wadah. Penyesuaian terhadap Grapik juga oke.  Dan tampilan pun juga sudah bagus dan setingkat dengan Unity. Jika ingin memakai Gnome, silahkan pakai Panteon atau Cinnamon atau juga deepin DE, tampilannya dah lumayan dan support Apps Gnome (soalnya tiga3nya turunan Gnome)

Itu review singkatnya.
Categories: , ,

0 comments:

Post a Comment

Teman-teman Followers