Tuesday, June 5, 2012

KDE

KDE adalah singkatan dari K Desktop Environment. Dulu huruf K berasal dari kata Kool. Tetapi entah teras asing atau bagaimana Kool diganti dengan huruf K yang artinya huruf setelah L. KDE seperti halnya GNOME, juga mengembangkan banyak aplikasi. Aplikasi yang berada di bawah bendera KDE menggunakan toolkit qt dari Trolltech. KDE dapat ditemui di berbagai platform. Dari keluarga besar UNIX (Linux, BSD, dan Solaris), Microsoft, dan Macintosh OS X.

Keunggulan KDE terletak pada kemudahan pemakaian (ada tombol start seperti Windows dan letaknya pun sama), fleksibilitas, portabilitas, dan memang banyak sekali aplikasi yang dikembangkan di bawah bendera KDE seperti KOffice, Konversation, dan Kwrite. Bisa dilihat kan, hampir semua aplikasi KDE pake Huruf K semua.

Kalau GNOME memiliki Tapak Kaki sebagai Logo, KDE memiliki naga hijau Konqi sebagai maskot. Konqi muncul perdana pada KDE versi 3. Pada versi 2 maskot KDE adalah penyihir Kandalf.

KDE itu lebih berat dari pada GNOME. Mungkin karena tampilannya yang sangat memikat, sehingga sangat menuntut (kayak artis saja). Kalau GNOME bertampang buram dengan dominasi warna-warna gelap, KDE memilih desktop yang Blink-Blink, gemerlap penuh hiasan. Pokoknya sedap dipandang deh. Apalagi KDE memiliki Plasma, yang terkenal itu lho.... Jadi saya saranin ya, kalo PCnya cuma Pentium rendah kayak milik ane, Pilih desktop environment yang ringan aja. Malah promosi GNOME. hehehe.

Tapi tenang my friends, saya yakin seyakin-yakinnya kalau PC dan Laptop yang baru-baru pastilah mendukung. Mau KDE, GNOME, Xfce, Mate ataupun Lxde semua OKE. Yang penting semangat Open Source.
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Teman-teman Followers